Langsung ke konten utama

Postingan

Unggulan

KARYA YANG DIPUNGKIRI SEJARAH

Di malam larut, yang kesekian kalinya Di hari berkibarnya, yang kesekian kalinya Batin, masih menyeruak tentang fananya Sastra karena termakan arus peradaban   Seperti termakan oleh zaman Geram tak tertahan, menunjuk para tiran Ketika sastra digerus waktu dan abad Mereka mulai mengada tentang ma’had   Para tunas bangsa seolah mengabaikan Padahal krusial demi indahnya masa depan O, lagi-lagi harus menyalahkan tiran Walau pengaruhnya selain tiran   Di dalam berputarnya kaleidoskop Mata-mata saling menatap Mengingat indahnya sastra dahulu kala O, rasanya ingin kembali ke sana   Sajak ini hanya dipenuhi repetisi belaka Dengan peran memperindah suatu karya Namun, apakah mereka peduli dengannya Lagi-lagi, berbelit, tapi penuh makna   Lantaran gawai mengisi cawan para tunas Betapa mirisnya melihat ia memeras Separuh hati ini membantah dan mencela Percaya bahwa masih ada penerusnya   Bahasa nasional ini, s...

Postingan Terbaru